Author: admin

  • Bahas das 3

    Dicatat: halaman lama dibuang dan semuanya jadi 0.8.1. Soal shortcode, jawabannya ada di akhir pekerjaan ini. Saya baca file penyimpanan hasil dulu.

    Zip plugin-materi-0.8.1.zip sudah terkirim. Semua PHP lolos php -l dan semua JS lolos node --check. Saya belum menjalankannya di WordPress sungguhan, jadi hasil tes Anda yang menentukan.

    Soal shortcode: [materi_paragraf] dan [paket_quiz] sudah dibuang total, tanpa sisa. Yang masih ada tiga, dan belum saya sentuh karena di luar permintaan ini:

    • , untuk daftar anak di halaman Buku dan Bab.
    • , untuk daftar buku di halaman Penulis.
    • , untuk bar progres di Judul, Bab, dan Buku.

    Kalau Anda mau ketiganya juga dibuang dan diganti tampil otomatis, kita bahas sebagai langkah berikutnya.

  • Bahas das 2

    Yang berubah

    • Halaman Judul. Paragraf tampil otomatis di bawah isi Judul. Tiap paragraf punya judul <h3> berisi link ke halaman paragraf, lalu isinya, lalu “x/y” saja. Antar paragraf ada garis. Tidak ada kuis di sini.
    • Pemilih paragraf hanya mencari tulisan berkategori ID 6 (MATERI_KATEGORI_RINGKASAN).
    • Halaman paragraf (tulisan). Ada meta box “Halaman paket soal” untuk memilih satu Buku. Di bawah isi tulisan hanya ada link “Kerjakan soal: judul Buku”, tanpa soal. Link itu muncul bila Buku terbit dan paketnya siap.
    • Halaman Buku (paket). Kuis penuh tampil otomatis di bawah isi bila Buku memilih tag soal dan punya minimal satu soal lengkap.
    • Hasil disimpan per paket (ID Buku). localStorage memakai kunci baru bedahbuku_hasil_v2, dan user meta memakai _materi_hasil_paket. Hasil lama diabaikan, sesuai keputusan Anda.
    • Progres: paragraf dihitung lulus bila paket yang dipilihnya lulus. Paragraf yang memakai paket sama menampilkan x/y yang sama.
    • File baru: includes/tampilan.php, yang memuat semua tambahan otomatis. Kolom admin “Kuis” di daftar Tulisan sekarang bernama “Paket soal”.
    • File lain yang diubah: paket.php, pemilih-soal.php, kuis.php, hasil.php, pemilih.php, urutan-paragraf.php, progres.php, hasil.js, kuis.js, progres.js, progres.css, dan nomor versi.
  • Bahas das 1

    Cara mengetes

    1. Timpa plugin lama dengan zip ini. Tidak perlu simpan ulang permalink.
    2. Buka sebuah Buku, pilih tag soal, lalu terbitkan. Kuis harus tampil otomatis di bawah isi halaman Buku itu.
    3. Buka tulisan berkategori 6, lalu pilih Buku tadi di kotak “Halaman paket soal” dan simpan. Di halaman tulisan hanya ada link “Kerjakan soal”.
    4. Di editor Judul, cari paragraf. Hasil pencarian hanya tulisan berkategori 6. Tambahkan dua atau tiga, lalu simpan.
    5. Buka halaman Judul. Cek judul <h3> yang bisa diklik, isi paragraf, “0/y”, garis pembatas, dan tidak ada tulisan “Buka paragraf”. Tidak ada kuis di halaman itu.
    6. Kerjakan kuis di halaman Buku. Kembali ke Judul, x/y harus berubah dan bar progres ikut bergerak. Coba juga dengan login dan tanpa login.

    Dua hal yang perlu Anda tahu. Tulisan lama yang di isinya masih ada teks [paket_quiz=43] akan menampilkan teks itu apa adanya, karena shortcode-nya sudah tidak ada. Hapus teks itu dari isi tulisan. Daftar paragraf di Judul juga tidak lagi menyaring kategori saat tampil, jadi tulisan non-kategori 6 yang sudah terpilih sebelumnya tetap muncul sampai Anda hapus dari daftar.

  • Dari Luka Menjadi Perlawanan

    Dari Luka Menjadi Perlawanan

    Bagaiamana rasanya ketika kematian berada tepat di depan mata? Alih-alih merasa takut, perempuan ini menyambut dengan rasa bangga dan penuh kemenangan.

    Kematian dianggapnya sebagai pintu gerbang kebebasan dari lorong waktu yang sesak dan menakutkan. Sebab, sepanjang hidupnya, tak sedikitpun ia merasa bahagia seakan dunia begitu kejam menghajarnya tanpa belas kasih.

    Kisah Firdaus adalah bentuk representasi semua perempuan yang mengalami banyak diskriminasi dan perlakuan tidak adil, baik dari keluarga, masyarakat maupun negara, hanya karena ingin berbicara kebenaran.

    Bagaimana bisa seorang perempuan selalu menjadi serba salah ketika dihadapkan pada porsoalan dogmatis dan realistis. Seakan ia dihakimi oleh dua sistem sekaligus tanpa sempat menentukan pilihannya sendiri.

    Perempuan di Titik Nol menunjukkan kebobrokan sistem masyarakat sosial terhadap negara patriarkal yang membungkus kekerasan dengan moral, agama yang dipelintir, hukum dan keluarga. Novel ini menceritakan tokoh Firdaus, seorang pekerja seks, yang sedang menanti hukuman mati di penjara Qanatir, Mesir.

    Firdaus dipenjara karena membunuh seorang germo—sebuah tindakan yang dianggap kejahatan besar oleh hukum, tetapi baginya merupakan puncak dari kebebasan hidupnya. Sebuah memoar terkelam yang pernah terjadi dalam sejarah kehidupan seorang perempuan.

    Melalui pengakuannya yang jujur, Firdaus mengajak pembaca menelusuri perjalanan hidupnya: masa kecil yang pahit, pelecehan seksual, pernikahan yang menindas, dieksploitasi laki-laki dalam semua peran (ayah, oaman, suami, bos, pelanggan) hingga kisahnya dalam dunia prostitusi.

    Setiap perjalanan hidup Firdaus memperlihatkan bagaimana tubuh, pikiran, dan hidupnya terus-menerus dikontrol oleh laki-laki dan sistem sosial yang tidak adil. Bahkan dalam pilihan hidupnya sendiri pun sering bukan benar-benar sebuah pilihan.

    Firdaus adalah simbol kebebasan tragis yang membongkar bahwa kehancuran hidupnya bukanlah semata-mata sebab takdir, tetapi hasil dari kejahatan struktural. Ia tidak jatuh karena salah memilih hidup, tetapi didorong oleh rasa putus asa ke dalam lembah yang paling dalam.

    Ironisnya, Firdaus justru merasa paling bebas ketika mencapai puncak kesuksesan sebagai pelacur independen papan atas. Sebab, saat itulah pertamakalinya ia memperoleh hak otoritas atas tubuhnya sendiri.

    Sosok Firdaus bukan digambarkan sebagai korban yang lemah, melainkan sebagai perempuan yang sadar akan ketidakadilan yang menimpanya. Keberaniannya untuk tidak tunduk, bahkan pada negara dan hukum dengan melewatkan pengajuan grasi ketika akan dijatuhi hukuman mati, merupakan bukti bahwa perempuan berhak marah, sadar, dan menolak, sebagai bentuk tindakan revolusioner mutlak atas dirinya.

    Nawal El-Saadawi menulis novel ini dengan gaya yang keras dan menghantam, seolah ingin memaksa pembaca melihat kenyataan tanpa romantisasi. Jujur, nyata, dan tak munafik. Sebuah karya sastra pun bisa menjadi perenungan: apakah tercipta sebagai perempuan adalah kesalahan?

    Nawal seakan memberikan tamparan keras bahwa bukan perempuannya yang rusak, tetapi moral yang dirusak akibat dari kebiadaban sistemnya. Menurutnya, tidak ada posisi yang benar-benar aman bagi perempuan yang berada dalam masyarakat partiarkal.

    Penulis: Indi Mahwaniya