A.S. Laksana lahir pada 11 Juni 1968. Ia adalah salah satu penulis Indonesia yang punya gaya khas—lugas, tajam, dan kadang-kadang terasa nakal. Ia tidak sibuk dengan kalimat berbunga-bunga, tetapi lebih suka menulis dengan cara yang sederhana dan langsung menghantam pikiran pembaca. Jika kebanyakan penulis serius dalam membangun cerita, A.S. Laksana justru seperti sedang bermain-main, tetapi tetap dengan presisi seorang ahli.
Karyanya yang paling dikenal adalah Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu (2013), kumpulan cerpen yang penuh ironi, humor gelap, dan absurditas. Ia juga menulis Badai Matahari (2011) yang menyelami kehidupan masyarakat kecil dengan cara yang tidak biasa. Selain itu, ia adalah guru menulis yang banyak membimbing calon penulis muda, salah satunya lewat bukunya Creative Writing yang membongkar rahasia menulis cerita yang kuat.
Beberapa kutipan terbaik dari A.S. Laksana:
“Orang membaca bukan untuk mencari kebenaran. Orang membaca karena ingin tahu cara penulis membohongi mereka dengan cara yang menarik.”
(Creative Writing, 2015)
“Menulis yang baik adalah menipu pembaca dengan elegan.”
(Creative Writing, 2015)
“Orang-orang yang baik dalam menulis adalah mereka yang tidak takut untuk menjadi jahat terhadap tokohnya sendiri.”
(Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu, 2013)
Dari A.S. Laksana, kita belajar bahwa menulis adalah permainan pikiran. Tidak perlu terlalu serius atau terbebani untuk menjadi “hebat”. Yang penting adalah bagaimana membuat cerita tetap menarik dan membuat pembaca terus membalik halaman. Jadi, jika ingin menulis, jangan takut untuk bersenang-senang dengan kata-kata. Karena menulis yang baik bukan hanya tentang apa yang ditulis, tetapi juga bagaimana cara menuliskannya.


